WELCOME TO OUR BLOG

I HOPE YOU ARE SATISFIED VISIT OUR BLOG

Minggu, 20 Januari 2013

Inikah Wajah Mars di Masa Lalu?

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Mars di masa lalu lebih basah dan memiliki air. Seperti apa wajah Mars kala itu? Apakah merah seperti saat ini atau biru seperti Bumi?

Kevin Gill, seorang pengembang aplikasi, menciptakan ilustrasi wajah Mars jutaan tahun yang lalu berdasarkan data-data dari misi Mars Reconaissance Orbitter. Mars tampak kebiruan.

"Saya telah melakukan hal yang sama untuk Bumi dan melihat upaya yang lain menunjukkan adanya kehidupan di Mars. Jadi, saya pikir saya akan mencobanya," kata Gill.

"Adalah cara yang baik untuk mempelajari planet, menjadi kreatif, dan mengembangkan aplikasi yang telah saya kembangkan sebelumnya," tambahnya seperti dikutip Discovery, Rabu (2/1/2012).

Dalam hasil ilustrasi Gill, tampak adanya samudera di Mars dengan lembah terpanjang di tata surya, Vallis Marineris.

Tampak di sisi barat bola Mars (kanan pada gambar), pouncak-puncak tertinggi di planet merah, yaitu Olympus Mons, Pavonis Mons, Ascraeus Mons, dan Arsia Mons.

Ilustrasi menunjukkan, wilayah lintang tinggi Mars kering dan tak memiliki vegetasi, sementara wilayah lintang rendah lebih basah dan hijau.

Gill mengakui, ilustrasinya mungkin tidak begitu tepat. Meskipun demikian, hasilnya tetap menarik. Upaya Gill adalah pertama dalam menggambarkan Mars masa lalu.

"Saya seorang pengembang aplikasi dan bukan astronom. Jadi, sebagian besar asumsi saya didasarkan pada perbandingan dataran Mars pada fitur yang sama pada Bumi, lalu menggunakan tekstur yang sama dari citra Bumi," paparnya.

Pengetahuan tentang Mars kini makin berkembang. Misi Curiosity, misalnya, telah menemukan bukti terkuat adanya air di Mars serta kemiripan tanah Mars dengan Bumi. Masih banyak yang belum diketahui tentang Mars. Ilustrasi Gill membantu manusia membayangkannya.
Sumber :
DISCOVERY

Ilmuwan Ungkap Penampakan "Setan Debu" di Mars

CALIFORNIA - Ilmuwan baru-baru ini menjelaskan tentang cuaca yang ada di Mars. Mereka menemukan apa yang disebut "setan debu", menunjukkan cuaca yang tidak biasa di planet merah tersebut.

Dilansir Howitworksdaily, Jumat (18/1/2013), setan debu merupakan angin puyuh "kurus" yang juga ditemukan di Bumi. Angin puyuh ini terbentuk ketika udara panas dekat permukaan, naik dengan cepat melalui sebuah kantung pendingin serta udara bertekanan rendah.

Proses tersebut kemudian menghasilkan sebuah perputaran. Fenomena ini menciptakan kolom udara yang berputar dengan tinggi 10-50 meter (33-164 kaki) dan cukup kuat untuk menyedot debu permukaan.

Setan debu di Mars memiliki perbedaan seperti yang ditemukan di Bumi. Biasanya, setan debu di planet tetangga ini memiliki lebar 50 kali lipat lebih besar dan terkadang memiliki ketinggian hingga beberapa kilometer.

Dengan ukuran 50 kali lipat tersebut, setan debu Mars bisa menghisap sejumlah besar debu dan batu. Ilmuwan menyebut setan debu di Mars lebih persis sebagai supertornado.

Saking kuatnya, setan debu Mars dapat meninggalkan jejak yang dapat terlihat. Jejak tersebut seperti goresan besar yang menyerupai ular

Planet "Zombie" Berevolusi Tiap 2.000 Tahun

CALIFORNIA, — Astronom mengonfirmasi eksistensi planet Fomalhaut b, planet yang terletak 25 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Piscis Austrinus. Fomalhaut b disebut planet "zombie" karena pernah mati dan kemudian bangkit dalam pengetahuan. Planet ini kali pertama terdeteksi lewat citra Hubble pada tahun 2004 dan 2006. Tahun 2010, adanya planet ini tak berhasil dibuktikan. Akhirnya, planet ini dinyatakan "mati". Namun, observasi pada tahun 2012 membuktikan adanya benda yang bergerak mengelilingi bintang Fomalhaut. Astronom kemudian mengonfirmasi bahwa adanya planet yang kemudian dinamai Fomalhaut b. Jadilah, planet ini bangkit kembali dalam dunia pengetahuan. Diberitakan Space, Rabu (9/1/2013), Fomalhaut b unik karena orbitnya yang lebar dan periode revolusinya yang luar biasa lamanya, 2.000 tahun. Fomalhaut b mengorbit secara tidak lazim. Menurut astronom, hal ini bisa dipengaruhi oleh adanya planet lain yang kini belum diketahui. Keberadaan planet itulah yang mungkin melemparkan Fomalhaut b ke orbitnya sekarang. Observasi menunjukkan, kabut debu di sekitar bintang Fomalhaut merentang 22,5-32,1 miliar km keluar. Fomalhaut b mengorbit bintangnya dengan menembus kabut itu. Jarak terdekat Fomalhaut b dengan bintangnya 4,6 miliar km, sementara yang terjauh 27 miliar km. Konfirmasi adanya Fomalhaut b diungkapkan oleh astronom dari University of California, Berkeley, Paul Kalas, dalam pertemuan ke-221 American Astronomical Society, Selasa (8/1/2013). Meski demikian, beberapa astronom belum sependapat jika Fomalhaut b dinyatakan sebagai planet. Tim pimpinan Raphael Galicher dari Dominion Astrophysical Observatory di Victoria, Kanada, misalnya, menyatakan bahwa obyek itu mungkin saja hasil tumbukan. Sumber : KOMPAS.com
Apa pun Fomahault b, astronom punya kesempatan untuk mengidentifikasinya, walau masih 20 tahun lagi. Seperti diberitakan Science, Kamis (10/1/2013), tahun 2032, Fomalhaut akan mencapai titik terdekat dengan bintangnya. Tahun itu adalah tahun pembuktian.

Struktur Terbesar Semesta Menambah Misteri Jagat Raya

LANCASHIRE— Dengan menganalisis data hasil Sloan Digital Sky Survey, sekelompok astronom menemukan struktur terbesar di jagat raya yang ukurannya mencapai 4 miliar tahun cahaya atau 37,6 septiliun. "Penemuan ini memberikan banyak kejutan sebab memecahkan rekor kosmologi sebagai struktur terbesar di semesta," kata Roger Clowes, pimpinan tim penelitian dan astronom dari University of Central Lancashire, Inggris. Struktur terbesar di semesta itu membuat galaksi Bimasakti tampak kerdil. Lebar galaksi Bimasakti hanya 100.000 tahun cahaya sementara kluster galaksi terdekat hanya memiliki lebar 100 juta tahun cahaya. Struktur terbesar di jagat raya itu jutaan kali lebih besar. Struktur terbesar yang ditemukan adalah kluster kuasar, kumpulan galaksi muda yang aktif, terdiri dari 73 kuasar. Astronom telah mengetahui bahwa kuasar bisa berukuran hingga 700 juta tahun cahaya. Namun, ukuran kluster kuasar yang ditemukan kali ini benar-benar di luar dugaan. Kluster kuasar ini menantang pemahaman astronom tentang semesta. Selama ini, diyakini bahwa tak ada obyek yang ukurannya melebihi 1,2 miliar tahun cahaya. Temuan ini lebih banyak membeberkan misteri baru semesta, bukan malah mengungkapnya. Struktur yang secara sederhana disebut Large Quasar Group (LQG) ini juga membuat astronom bepikir kembali karena, sejak masa Einstein, diyakini bahwa semesta tampak seragam bila diobservasi pada skala terbesar. "Temuan ini bisa berarti bahwa deskripsi matematis kita tentang semesta terlalu disederhanakan dan akan merepresentasikan kesulitan yang serius dan meningkatnya kompleksitas," kata Clowe seperti dikutip National Geographic, Jumat (11/1/2013). Penemuan ini akan memberikan kesempatan kepada astronom untuk menguraikan lebih banyak lagi misteri semesta. Salah satu yang bisa diuraikan adalah evolusi Bimasakti sendiri. Kumpulan kuasar diyakini menjadi pemicu terbentuknya kluster galaksi besar. Namun, prosesnya belum diketahui. Sumber : Kompas.com